Sosok Gandi Sulistyanto, Mantan Bos Sinar Mas yang Menjabat Sebagai Duta Besar untuk Korea Selatan

Apa sih yang terlintas pada benak kalian ketika mendengar kata "Korea Selatan"? Mungkin yang pertama terbesit dipikiran banyak orang ketika mendengar negara ini tidak jauh dari K-Pop, drama, makanannya yang sangat menggugah selera, dan tentu saja produk kecantikan yang laris manis diburu negara lain bahkan di Indonesia. Lalu apa kabar ya produk-produk Indonesia di sana?

Berbicara tentang Korea Selatan, Rabu lalu tepatnya tanggal (17/11) Presiden Joko Widodo resmi melantik para Duta Besar Republik Indonesia untuk negara-negara sahabat. Salah satunya adalah Duta Besar untuk Korea Selatan yaitu His Excellency (H. E) Gandi Sulistiyanto atau yang akrab dipanggil Pak Sulis, sebenarnya bukan nama yang asing Pak Sulis merupakan Managing Director Sinar Mas


Mengenal Lebih Dekat Gandi Sulistiyanto

Pria kelahiran Pekalongan 61 tahun yang lalu, mengawali karirnya dari titik nol. Lulus sebagai Sarjana Teknik di Universitas Diponegoro beliau mencoba peruntungannya di perusahaan otomotif Astra Internasional. Segala jenis pekerjaan beliau lakoni mulai dari mengangkut sparepart otomotif hingga akkhirnya pada tahun 1992 beliau merapat ke Sinar Mas sebagai CEO asuransi jiwa EkaLife, seiring berjalannya waktu Pak Sulis juga menduduki berbagai jabatan strategis lainnya, hingga pada tahun 2002 beliau menjabat sebagai Managing Director Sinar Mas dan memiliki tugas untuk melakukan restrukturisasi

Melalui momentum HUT 83 Sinar Mas Group, beliau pamit dan memohon doa restu kepada jajaran direksi serta karyawan Sinar Mas. 30 tahun menjadi bagian dari Sinar Mas Group banyak suka duka yang dialaminya dan banyak sekali program CSR perusahaan yang telah dibuatnya. Mulai dari bazar minyak goreng hasil produksi Sinar Mas. Mencetak Al-Quran dengan menggunakan kertas hasil produksi Sinar Mas untuk dibagikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Mendirikan Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas. Menggalang dana bertajuk Pengusaha Peduli NKRI dan sebagainya

"Saya sudah jadi keluarga besar Sinar Mas sejak 1992, banyak suka-duka, tapi lebih banyak sukanya. Saya bangga jadi insan Sinar Mas, kebetulan pemerintah percayakan kepada saya buat jadi calon duta besar di Korea dari private sector. Terima kasih atas kesempatan dan hormat saya untuk jajaran Sinar Mas," - tutur beliau mengakhiri sambutan

 

Filosofi ala President Office di Sinar Mas

Setelah sekian lama menjalani karir di sektor swasta, Gandi Sulistiyanto mendapatkan peran baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Meneruskan tongkat estafet dari pendahulunya Umar Hadi yang  telah banyak membuat pencapaian luar biasa, maka itu beliau merasa bersyukur  melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis oleh pendahulu

“Akan ada kreasi-kreasi baru nantinya. Tetapi landasan yang sudah dibuat oleh pendahulu saya membuat rencana kerja saya lebih mudah,” - Gandi Sulistiyanto


Beliau juga mengungkapkan akan membawa filosofi ala President Office di Sinar Mas ke negeri ginseng tersebut. Wah, apa saja ya?

Pertama adalah diplomasi, atau berhubungan keluar menjangkau publik, juga pemerintah. Bagaimana agar program perusahaan yang akan dilakukan dapat diterima, tidak hanya oleh internal manajemen, namun juga pemerintah dan publik

Kedua advokasi. Jika diplomasi tidak berhasil, dan terjadi polemik atau berkembang menjadi krisis, tentu membutuhkan mitigasi agar dapat segera selesai

"Dengan begitu semua pihak tidak ada yang merugi, melalui amicable solution, win-win solution, tanpa ada pihak yang mesti kehilangan muka, losing face atau win lose solution. Kira-kira tugas President Ofiice hanya dua itu saja, yang jika dijabarkan akan sangat banyak programnya," tuturnya

 

3 Jurus Diplomasi Gandi Sulistyanto

"Target sebagai Duta Besar adalah membuat trade balance Indonesia positif," - Gandi Sulistiyanto

 

Maka dari itu, ketika menjabat nanti beliau akan memfokuskan peningkatan sisi ekonomi, perdagangan dan investasi. Bahkan sebelum berangkat targetnya Ratifikasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) segera ditandatangani oleh parlemen Indonesia yang membebaskan bea masuk beberapa produk dari kedua negara, sehingga perdagangan antara kedua negara akan meningkat demikian pesatnya

Semoga semua target kerja yang telah dibuat membuahkan hasil bagi Negara. Sekali lagi selamat bertugas Pak!!



Komentar