Menggerakan Ekonomi Pertenak Lokal Melalui Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Source: Pinterest


Idul Adha atau Hari Raya Kurban sebentar lagi tiba, ini merupakan momen penting pada kalender Islam dalam memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah

Di hari suci Idul Adha ada berbagai kebiasaan yang dilakukan oleh umat muslim diberbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah mempersiapkan hewan kurban seperti kambing, domba, sapi, atau unta. Yang kemudian daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada keluarga, tetangga, terutama kepada mereka yang membutuhkan

Menurut data dari CORE Indonesia, perputaran ekonomi dari kurban pada tahun lalu mencapai Rp 24,3 triliun. Angka ini mencerminkan dampak ekonomi yang signifikan dari pelaksanaan ibadah kurban, yang tidak hanya merupakan ritual keagamaan dan sosial, tetapi juga memiliki efek yang luas pada perekonomian

Namun sayangnya, saat ini 40 persen kebutuhan daging Indonesia masih impor dari negara lain. Akan sangat berbahaya bila hal ini terus menerus terjadi. Melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor daging. Program ini memberdayakan peternak lokal dengan menyediakan hewan kurban yang berasal dari peternak binaan Dompet Dhuafa


Tebar Hewan Kurban (THK): Berdayakan Peternak Lokal 


Pernah mendengar di suatu daerah hampir tak ada daging kurban sedangkan di daerah lain sangat melimpah? Atau kalau pun ada, jumlahnya tidak seberapa. Hal ini berbanding terbalik dengan di kondisi di kota. Memang terlihat mustahil ketika daging kurban harus didistribusikan ke masyarakat desa dari kota. Namun, melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa warga desa terpencil ataupun pelosok dapat merasakan daging kurban

Program Tebar Hewan Kurban (THK) membangun Sentra Ternak atau yang lebih dikenal dengan DD Farm merupakan peternakan terpadu yang terkelola baik dengan melibatkan komunitas peternak lokal yang dibina dan didampingi oleh Dompet Dhuafa

Bapak Boby P. Manulang

Pada acara Media Briefing yang diadakan Dompet Dhuafa beberapa waktu lalu di Lokananta Terrace Resto, Bapak Bobby P. Manulang selaku Ketua THK 1445 H mengatakan bahwa tahun ini Dompet Dhuafa mengusung tema 3 PASTI, diantaranya adalah:
  1. Pasti Jantan: memastikan hewan kurban yang disembelih adalah jantan untuk menjaga pasokan daging di masa mendatang.
  2. Pasti Lolos Quality Control: menjamin mutu kesehatan, bobot optimal, dan usia hewan kurban yang layak dengan bekerja sama dengan dinas kesehatan hewan.
  3. Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri: berkomitmen untuk meratakan konsumsi daging kurban di wilayah-wilayah dengan minus pasokan daging setiap tahunnya. Serta menyediakan laporan transparan kepada orang yang berkurban tentang distribusi daging kurban
Bahagianya lagi Tebar Hewan Kurban bukan hanya untuk Indonesia saja tetapi juga negara-negara tetangga bahkan sampai Palestina. Dalam pendistribusian daging kurban ke Palestina agar tidak mengalami pembusukan di jalan mengingat susahnya bantuan masuk kesana, Dompet Dhuafa akan menggunakan metode pengalengan yang daging kurbannya semi bumbu

“Tidak hanya dalam negeri, tahun ini Dompet Dhuafa juga akan mengadakan program kurban ke luar negeri, yakni Palestina, Somalia, dan Myanmar. Dalam pendistribusian daging kurban ke Palestina, dilakukan dengan kalengan untuk mencegah pembusukan daging dan sudah semi bumbu. Menurut pertimbangan kami, daging untuk Palestina ditargetkan daging sapi,” - Bapak Boby P. Manulang

Untuk informasi lebih tentang hewan kurban, kalian bisa mengunjungi situs resmi Dompet Dhuafa di digital.dompetdhuafa.org/kurban Kurbanmu #SelaluTersampaikan 



Komentar

Postingan Populer