#Ayo3MPlusVaksinDBD agar Indonesia Bebas Dengue 2030

Demam berdarah atau dengue adalah penyakit yang memang seringkali disepelekan oleh beberapa orang. Hal ini karena pada awal infeksi, gejalanya mirip dengan flu biasa sehingga sering kali tidak dianggap serius. Namun, demam berdarah sebenarnya bisa menjadi kondisi yang sangat berbahaya, terutama jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat

Di Indonesia tahun 2023 lalu tercatat sebanyak 114.435 pasien demam berdarah dan 894 pasien yang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah. Lalu apa sih sebenarnya penyakit demam berdarah dengue itu? 


Apa Itu Demam Berdarah Dengue?

Demam berdarah dengue yakni penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Seseorang yang terinfeksi virus dengue tidak akan menularkan penyakit ini langsung kepada orang lain. Untuk terinfeksi, seseorang harus digigit oleh nyamuk yang terinfeksi dan kemudian virus dengue tersebut masuk ke dalam tubuh melalui gigitan tersebut

Demam berdarah dengue memiliki beberapa fase yang dapat berkembang selama penyakit ini berlangsung

  • Fase Demam: Fase ini dimulai dengan gejala demam tinggi yang tiba-tiba, biasanya berlangsung 2-7 hari. Pada tahap ini, penderita merasa sangat lelah, mungkin mengalami sakit kepala yang parah, nyeri otot dan sendi, serta mungkin ruam pada kulit

  • Fase Kritis: Pada fase ini seringkali berpotensi mengancam nyawa pada penderita. Fase ini terjadi ketika demam mulai mereda, biasanya setelah sekitar 3 hingga 7 hari penyakit. Pada fase ini, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di luar pembuluh darah, yang pada gilirannya menyebabkan gejala yang serius

  • Fase Pemulihan: jika fase kritis sudah terlewati maka selanjutnya memasuki fase pemulihan. Pada fase pemulihan pasien demam berdarah dengue merasakan gejala seperti rasa lemas, kelelahan tetapi biasanya tidak seberat saat dalam fase demam atau kritis

  • Fase Penyembuhan: fase ini merupakan fase terakhir di mana pasien pulih sepenuhnya dari penyakit DBD. Pada fase ini, kelemahan dan kelelahan masih mungkin dirasakan, tetapi secara bertahap pasien akan kembali ke kondisi kesehatan yang normal



Pengalaman Merawat Anak Sakit Demam Berdarah Dengue

Orangtua mana yang tidak sedih ketika anaknya harus dirawat di rumah sakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tepat setahun yang lalu, si kecil mengeluhkan tidak enak badan, demam nya pun tiba-tiba mencapai 40°, lemas dan napsu makannya menurun

Tanpa pikir panjang kami pun membawa si kecil ke rumah sakit, setelah melakukan serangkaian tes darah dokterpun mendiagnosa bahwa si kecil terkena demam berdarah dengue dan harus melakukan rawat inap untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Jujur waktu rawat inap inilah yang menurut saya lumayan challenging karena si kecil hampir setiap waktu menangis minta pulang belum lagi drama tangisan yang heboh ketika mengganti infus 

Singkat cerita setelah kejadian ini, kami pun lebih aware lagi terhadap kebersihan rumah, serta penggunaan lotion anti nyamuk sesering mungkin terutama jika pergi ke luar rumah. Beneran deh gak mau lagi namanya terkena demam berdarah dengue yang kedua kali nya



#Ayo3MplusVaksinDBD agar Indonesia Bebas Dengue 2030

Membahas tentang demam berdarah dengue, pemerintah telah menetapkan target untuk mencapai status Indonesia bebas dari demam berdarah dengue pada tahun 2030. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran DBD di Indonesia


Kamis (21/3), saya berkesempatan untuk hadir mengikuti talkshow dan buka bersama dengan media dan blogger. Pada kesempatan tersebut hadir pula dr. Imran Pambudi, MPHM selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

dr. Imam Pambudi menyatakan bahwa untuk mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat

“Sangat krusial untuk membangun sebuah sinergi yang kuat antara sektror publik, yaitu pemerintah, dan sektor swasta. Blueprint-nya sudah ada, yaitu Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Namun demikian, implementasi pengendalian dan pencegahan harus dilakukan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Semakin banyak keluarga bergerak, maka akan membantu kita mendekati target <10/10.000 penduduk.”

 

Dr. Imran menambahkan bahwa saat ini beberapa daerah telah menetapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue,

“Implementasi 3M Plus masih memegang peran yang sangat krusial dalam pengendalian kasus DBD di Indonesia. Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian. Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur,dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah bosan untuk terus menekankan pentingnya 3M Plus, dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD.”

Berikut ini adalah upaya 3M yang dapat kita lakukan di rumah untuk mencegah demam berdarah dengue

Menguras dan menyikat tempat penampungan air

Menutup rapat semua tempat penampungan air

Memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)

Selain upaya 3M kita dapat memproteksi diri dengan melakukan vaksinasi demam berdarah Vaksinasi demam berdarah saat ini telah mendapat rekomendasi untuk anak oleh asosiasi medis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Saat ini vaksinasi demam berdarah yang tersedia mencakup umur 6-45 tahun dengan anjuran dari dokter

Perlu diingat bahwa orang yang sudah melakukan vaksinasi demam berdarah bukan berarti terhindar dari penyakit demam berdarah dengue tetapi untuk meminimalisir resiko dari penyakit tersebut

Komentar

Postingan Populer