PCOS Salah Satu Penyebab Wanita Susah Hamil

Suka sebel gak sih, kalau lagi kumpul keluarga,  ada aja yang nanya "Kapan nikah?", "Kapan punya anak?" Eh, udah punya anakpun masih ditanya "Kapan nambah anak?" Bahkan pertanyaan ini juga sering dilontarkan oleh orang-orang yang bahkan tidak dikenal

Pertanyaan ini memang terasa sangat sepele bagi yang menanyakan tapi apakah kalian tahu bahwa pertanyaan 'kapan' bisa sangat menyinggung perasaan. Apalagi bagi pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai momongan, pertanyaan "kapan punya anak?" merupakan salah satu pertanyaan yang menyakitkan bagi mereka

Kita tidak pernah tahu bagaimana perjuangan pasangan suami istri untuk mendapatkan seorang anak, banyak upaya yang mungkin kita tidak tahu. Jadi alangkah baiknya untuk tidak menanyakan 'kapan' pada mereka  

 "Bahkan saya sampai depresi. Tidak bisa tidur karena berpikir apakah tuhan tidak memberikan anak ke-2 karena saya akan meninggal," - Grace Tahir, dalam perjuangannya menantikan momongan kedua


Sabtu, (3/12) saya berkesempatan untuk bertemu dengan para #PejuangGarisDua di acara Offline Health Talkshow dengan tema Penyebab Susah Hamil yang diadakan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) yang merupakan Rumah Sakit Terbaik di wilayah Jakarta Selatan dengan layanan kesehatan terlengkap dan didukung oleh tenaga medis terbaik. Talkshow kemarin dihadiri oleh beberapa narasumber seperti:

dr. Malvin Emeraldi, Sp.OG(K)FER - Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Subspesialis Fertilitas & Hormon Reproduksi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
• Ibu Grace Tahir - Direktur Mayapada Hospital, sekaligus PCOS Fighter
• Ibu Cherly - Product Manager Ovutest 


Penyebab Susah Hamil?

"Infertilitas memang menjadi suatu masalah, makin hari makin banyak terjadi pada pasangan usia subur," - dr. Malvin Emeraldi, Sp.OG(K)FER 

Infertilitas atau tidak subur merupakan masalah yang bisa dialami pasangan suami istri. Dari jumlah pasangan usia subur yang ada di Indonesia, diperkirakan sebanyak 10-15 persen mengalami gangguan kesuburan. Pasangan disebut infertilitas jika sudah berhubungan seksual secara teratur dan tanpa kontrasepsi selama satu tahun belum juga hamil. Namun, masalah infertilitas sering kali hanya dibebankan kepada sang istri. Padahal, gangguan infertilitas juga bisa terjadi pada pria. Tetapi kali ini yang dibahas saat offline health talkshow bukan mengenai infertilitas pada suami, melainkan pada istri salah satunya adalah PCOS



Apa Itu PCOS?

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan

Data epidemiologi memperkirakan sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovarian syndrome/ PCOS dialami oleh lebih dari 116 juta atau sekitar 3,4% wanita di seluruh dunia. PCOS diperkirakan merupakan penyakit metabolik yang paling sering
dialami wanita usia subur. Sedangkan di Indonesia Belum ada data resmi mengenai prevalensi nasional sindrom ovarium polikistik (PCOS) dalam sebuah studi di RS Cipto Mangunkusumo, diidentifikasi 105 pasien dengan PCOS. Dari jumlah tersebut, 94,2% pasien mengeluhkan oligo atau amenore, dan 32,4% mengalami hirsutisme. Mayoritas pasien, yaitu sebanyak 45,7%, berada dalam rentang usia 26-30 tahun


Gejala PCOS antara lain:
1. Perempuan yang mengidap PCOS bisa mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Seperti dalam setahun, ia hanya mengalami menstruasi sebanyak kurang dari 8 kali, atau siklus menstruasinya datang setiap 21 hari atau lebih sering. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengidap tidak lagi bisa mengalami menstruasi sama sekali

2. Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dagu, bawah hidung (kumis), yang disebut dengan hirsutisme

3. Jerawat pada wajah, dada, dan punggung bagian atas

4. Kenaikan berat badan atau kesulitan menurunkan berat badan

Kalau kamu mengalami beberapa gejala seperti di atas, sebaiknya langsung tanyakan kepada dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Lalu, Mungkinkah Pasien PCOS Hamil Alami?

Tidak ada yang tak mungkin, jika Tuhan berkehendak. Seperti cerita Ibu Grace Tahir yang ternyata baru saya ketahui bahwa beliau merupakan PCOS Fighter, cerita beliau dimulai ketika menantikan anak ke-2 nya yang tak kunjung hadir. Ketika itu dokter memvonisnya dengan Polycystic Ovarian Syndrome, Ibu Grace yang kala itu memiliki kelebihan berat badan (obesitas) dokter memintanya untuk melakukan diet dan melakukan serangkaian pengecekan, seperti cek darah, cek Histerosalpingografi (HSG) setelah tiga tahun berlalu, tapi apa yang diusahakannya belum berhasil, beliau akhirnya memutuskan inseminasi


Ternyata inseminasi yang beliau jalani pun tidak membuahkan hasil, bahkan beliau mengalami depresi parah. Sampai di suatu titik beliau pasrah, dan bisa mengelolah stres dengan baik. Keajaiban itu datang Ibu Grace bisa hamil alami

Cerita Ibu Grace ini dapat memberikan semangat untuk para #PejuangGarisDua karena tidak ada yang tak mungkin kalau Tuhan sudah berkehendak

dr. Malvin Emeraldi, juga menambahkan selain usaha untuk melakukan kehamilan alami, pasien PCOS juga bisa melakukan upaya inseminasi dan bayi tabung. Nah, apabila kamu memilih untuk melakukan kehamilan alami, maka kamu juga harus tahu mengenai kapan masa subur dimulai

Sebagai penutup Ibu Cherly selaku Product Manager Ovutest memberikan closed statment yang sedikit menampar saya

"Kita hanya punya dua tangan yang gak akan bisa menutup ribuan mulut yang mencemooh kita, tetapi kita memiliki dua angan untuk menutup telinga kita sendiri"
 

Komentar

  1. Di saat kita pasrah, ikhals, disitulah Allah kasih kejutan manis ya! Kisah ibu Grace ini sungguh menginspirasi!

    BalasHapus

Posting Komentar